Bahasa Indonesia
English
You are here
Prodi S1 Teknik Elektro UNY Gelar Peninjauan Kurikulum Berbasis OBE bersama Narasumber FORTEI

Program Studi S1 Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan kegiatan Peninjauan dan Revisi Kurikulum secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Senin, 18 Mei 2026, pukul 10.00–12.00 WIB. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Prof. Dr.Eng. Ir. Arief Udhiarto, S.T., M.T., IPU., akademisi dari Universitas Indonesia yang aktif dalam Forum Teknik Elektro Indonesia (FORTEI) sebagai penyusun Panduan FORTEI 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari siklus penjaminan mutu internal Program Studi dalam rangka menyusun Kurikulum 2025 yang berbasis Outcome-Based Education (OBE), sekaligus memenuhi persyaratan akreditasi LAM Teknik serta internasionalisasi melalui IABEE (Indonesian Accreditation Board for Engineering Education).
Peserta dan Suasana Kegiatan
Kegiatan dihadiri oleh seluruh dosen Program Studi S1 Teknik Elektro UNY, antara lain Rustam Asnawi, Prof. Nurhening Yuningsih, Prof. Moh. Khairudin, Prof. Ketut Ima Ismara, Ariadie Chandra Nugraha, Sarwo Pranoto, Hasan Zidni, Yudi Utomo Putra, Sigit Yatmono, Aji Ery Burhandenny, Miftakhul Fauzia Hakim, dan Meida Fitri, serta peserta undangan lainnya. Diskusi berlangsung interaktif selama sesi paparan dua jam yang mencakup enam bab tematik.
Materi Paparan: Dari Landasan OBE hingga Capstone Design
Narasumber menyampaikan materi yang terstruktur dalam enam bab. Sesi pembuka membahas konsep dasar OBE sebagai kerangka hierarkis kurikulum modern, mulai dari Visi Misi Tujuan dan Sasaran (VMTS) Perguruan Tinggi hingga Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK). Alur teknis penyusunan kurikulum mencakup evaluasi diri dan profil lulusan, perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang mengacu pada KKNI level 6 dan Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025, serta penyusunan dokumen kurikulum lengkap.
Bab berikutnya membahas cara menyusun Visi Keilmuan Program Studi yang baik, disertai contoh benchmarking dari Universitas Indonesia, Telkom University, dan Universitas Gadjah Mada. Narasumber juga menjelaskan konsep Profil Lulusan (PL) atau yang dikenal sebagai PEO dalam sistem akreditasi IABEE sebagai pernyataan kualitas spesifik lulusan yang diukur dalam rentang 3–5 tahun setelah memasuki dunia kerja, bukan sekadar kompetensi saat wisuda.
Paparan kemudian beralih ke struktur kelompok mata kuliah dalam kurikulum S1 Teknik Elektro yang mengacu pada standar IABEE dan LAM Teknik, dengan empat kelompok utama: Mathematics & Basic Science (M&BS, minimum 30 SKS), Engineering Science (ES, minimum 41 SKS), Engineering Design (ED, minimum 4 SKS), dan General Education (GE, minimum 10 SKS).
Sorotan: Mata Kuliah Capstone Design
Bab penutup paparan mendapat perhatian khusus, yaitu pembahasan mendalam mengenai mata kuliah Capstone Design sebagai culminating experience dalam kurikulum teknik. Capstone Design didefinisikan sebagai mata kuliah pemuncak yang memungkinkan mahasiswa menggabungkan seluruh pengetahuan dan keterampilan selama studi untuk memecahkan masalah teknik yang kompleks dengan solusi terbuka (open-ended solution) melalui pendekatan project-based learning (PjBL).
Berdasarkan rekomendasi FORTEI, Capstone Design harus memiliki bobot minimal 4 SKS, dilaksanakan mulai Semester 6 setelah seluruh mata kuliah wajib inti diselesaikan, dan menghasilkan luaran berupa produk, proses, atau sistem rekayasa bukan penelitian murni. Narasumber juga menyajikan data benchmarking penerapan Capstone Design dari tujuh program studi teknik elektro terkemuka di Indonesia, termasuk UI, ITS, UGM, ITB, Telkom University, dan UII, sebagai referensi bagi UNY dalam merancang struktur mata kuliah tersebut.
Poin Diskusi Kritis
Selama sesi tanya jawab, beberapa isu kritis dibahas bersama. Pertama, terkait terminologi Profil Lulusan: istilah TPP (Tujuan Program Pendidikan) yang digunakan dalam dokumen kurikulum UNY disepakati merujuk pada konsep yang sama dengan PL dan PEO, namun redaksinya harus secara konsisten mencerminkan capaian alumni dalam 3–5 tahun setelah kelulusan. Kedua, terkait beban kelompok BSM (Basic Science and Math): narasumber menyarankan agar UNY menambah jumlah mata kuliah pada kelompok ini untuk memenuhi standar minimum 30 SKS, bukan dengan menambah bobot SKS pada mata kuliah yang sudah ada. Ketiga, Program Studi perlu memutuskan apakah Capstone Design akan berdiri sebagai mata kuliah mandiri atau menyatu dengan Tugas Akhir sebuah keputusan yang membawa implikasi signifikan terhadap standar TA dan kebijakan akreditasi ke depan.
Rencana Tindak Lanjut
Kegiatan ini menghasilkan sejumlah agenda tindak lanjut bagi Tim Kurikulum Program Studi, di antaranya: pemetaan ulang CPL dan struktur kelompok mata kuliah sesuai standar IABEE dan LAM Teknik; penetapan model Capstone Design; perumusan redaksi Profil Lulusan yang terstandar sesuai Panduan FORTEI 2025; peninjauan Visi Keilmuan Program Studi; serta penyesuaian seluruh dokumen kurikulum terhadap ketentuan Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025.
Program Studi S1 Teknik Elektro UNY menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Prof. Dr.Eng. Ir. Arief Udhiarto atas waktu, kepakaran, dan panduan praktis yang sangat bernilai bagi proses pengembangan Kurikulum 2025.
Sistem Informasi
Events
-
5-6 Desember 2024
-
Sabtu, 21 Oktober 2017
-
22 Oktober 2016
-
Sabtu, 21 Oktober 2017
-
Senin, 29 Februari 2016
- 1 of 2
- next ›
Kontak Kami
Alamat : Kampus Karangmalang, Yogyakarta, 55281
Copyright © 2026,